Cara Jitu Membuat Anak Betah Bermain di Dalam Rumah

Anak-anak memang identik dengan dunia bermain. Di usia mereka, bermain dan bercanda dengan teman sebaya adalah hal yang menyenangkan. Sering kali, anak-anak menghabiskan waktu lebih banyak di luar rumah untuk bermain-main dengan teman-temannya. Seringkali, anak yang bermain di luar rumah membuat orang tua merasa khawatir akan kehilangan waktu bersama mereka. Berikut ini ada beberapa cara yang jitu dan ampuh untuk membuat anak betah bermain di dalam rumah.


Apa Saja Yang Membuat Anak-anak Lebih Betah Bermain Di Dalam Rumah?

Bermain adalah kegiatan aktif yang memang diperlukan oleh seorang anak untuk mendukung tumbuh kembangnya. Dengan bermain bersama teman di luar rumah, seorang anak akan menambahkan pengalaman bersosialisasi dengan sesamanya. Namun, bermain tidak harus selalu dilakukan di luar rumah dan bersama dengan teman-teman, bermain juga bisa dilakukan di dalam rumah dan bersama orang tua. Apa sajakah yang bisa membuat anak menjadi betah bermain di dalam rumah. Berikut ini caranya :

1. Lingkungan yang kondusif

Bagaimana membuat lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk anak bermain di dalam rumah? Anda harus menciptakan suasana yang menyenangkan. Biarkan mereka melakukan hal yang diinginkan. Tidak perlu khawatir anak akan mengotori atau merusakkan barang-barang dalam rumah. Biarkan mereka berimajinasi dan menganggap rumah menjadi arena bermain yang diinginkan. Ijinkan mereka bermain semaunya asalkan tidak membahayakan seperti naik-naik ke loteng, dan lain sebagainya. Rumah yang nyaman adalah rumah dengan orang tua yang tidak terlalu memberikan banyak batasan atau larangan pada anak.

2. Dukungan peralatan untuk bermain

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya agar Anda membuat rumah sebagai arena bermain untuk anak-anak. Berikan semua peralatan yang dibutuhkan untuk proses bermainnya. Biarkan mereka berkreasi dalam bermain seperti membuat sebuah benteng permainan menggunakan bantal dan guling, membuat tenda perkemahan menggunakan alat jemuran dan selimut, serta lain sebagainya. Jangan melarang ataupun memarahi mereka yang membuat dinding kamar menjadi arena melukis. Anda hanya harus mengecat ulang pada gambar di dinding jika ingin tampilan lebih bersih, namun Anda tidak bisa menghapus luka di hati jika sampai membentak anak.

3. Partner bermain yang menyenangkan

Jadilah teman bermain yang menyenangkan. Seorang anak membutuhkan teman dimana ia bisa saling berkomunikasi dan bersosialisasi dalam acara bermainnya. Orang tua seharusnya mampu menjadi partner bermain yang menyenangkan sebelum anak tersebut mendapatkan teman di luar rumah. Oleh sebab itu, berusahalah menjadi teman, partner yang menyenangkan, mudah diajak tertawa, pandai mendengarkan keluh kesah dan juga sering tertawa bersama.

Membuat kondisi dimana anak akan betah di rumah merupakan hal yang sulit namun juga mudah. Rumah diibaratkan sebagai arena bermain dan orang tua adalah teman bermainnya. Berfikirlah dari sisi seorang anak sehingga Anda pun bisa memahami apa yang menjadi kebutuhannya untuk bermain. Rumah yang nyaman adalah rumah yang penuh dengan gelak tawa anak.